Assalamualaikum wr.wb,
Jujur didalam kegundahan malam aku meragukan apa yang akan kutorehkan dibalik duka yang menghampiri di malam sunyi, namun dengan keyakinan huruf demi huruf kan terangkai menjadi sebuah karangan yang kontinu hingga "waktu yang kapan ia akan berhenti nantinya"... sepenggal kisah "JENDRAL SUDIRMAN" akan abadi dalam pemikiran diri, penuh makna dan sejuta pengorbanan serta berlumuran perenungan suci akan sebuah ketulusan dari sosok salah satu malaikat terpenting yang terlahir dalam kehidupan (AYAH)
Berawal 3 oktober 2012, aku mencoba mengukir jejak baru dilingkungan baru, nuansa baru, dan orang-orang baru. Dengan berlandaskan pendirian akan keteguhan diri akan sebuah "kemandirian" saya coba menjalani sesuatu yang baru dengan sebuah senyuman syukur yang akan selalu kupersembahkan untuk seorang Ayah. Karena Ayah adalah sosok lelaki yang benar-benar bertanggungjawab dalam kondisi apapun. Meskpun ia lemah, terluka, ataupun sakit sekalipun. Sekilas balik cerita hidup yang bukan rupawan namun bagiku sangatlah indah, ia mengajarkan banyak arti penting yang harus kulakukan dalam kehidupan menjadi sosok bermanfaat, bermartabat, dan bersemangat dalam mengarungi kehidupan yang semu. heeeemmmmmm jadi sedikit menceritakan motivasi aku melakukan dan mencoba hal ini ( 3 Okt 2012).
Dengan modal keyakinan aku melalui proses demi proses yang ada untuk sebuah peresmian penerimaan. Satu minggu terhitung (3-10 Okt) aku menjalani masa uji coba//Traning. Hati belum menentu pada saat ini karena pada awalnya tak ada niat serius untuk menjadi dan tergabung didalamnya, karena pada dasarnya saya hanya ingin membuat teman seperjuangan dr kampus bahkan satu organisasi mampu tergabung "disini" karena pada saat itu ia lah yang paling memerlukannya..bukan AKU!!! namun pengharapan dan perencanaan yang dirancang tak terwujud dan Ia berkata lain, orang yang sesungguhnya sangat mengharapkan hal ini terwujud untuknya tak mendapatkannya sedangkan aku yang tak memiliki niat serius mempunyai peluang untuk tergabung didalamnya. Terbukti kita sebagai manusia hanya bisa merencanakan namun yang menentukan hanyalah Allah... (subhanallah). Jujur yang saya rasakanpun aaaasssssliii sungguh miris perasaan diri pada saat itu ! apa yang harus dipilih??? pilih lanjut atau saya pun ikut mundur??? karena bagiku seorang sahabat adalah segalanya...
Namun karena kekuatan persahabatan dan keyakinan akan segala bentuk ketentuan Allah
saya tetap meneruskan proses demi proses. Lanjutt setelah masa traning saya diuji kembali dalam masa-masa sekarang (selama tiga bulan)~cukup dirahasiakan ^^ .
Hari demi hari dilewati.. selama dua hari dalam satu pekan kami berada dalam tujuan yang sama (senin dan kamis)
setiap malam kunikmati terik terangnya lampu merah JENDRAL SUDIRMAN serta sejuknya angin malam sembari merenung dan sesekali terlintas sosok AYAH yang selalu berjuang.............
tak mampu terbayangkan seberapa besar lagi perjuangan yang ia berikan, tak mampu terhapuskan dikepala ini berapa besar rasa kasih nan tulaus yang diberi selama ini?? entaaaaaah !!! sungguh tak mampu aku menjawabnya namun yang pasti semua menjadi motivasi diri dan menjadi tolak ukur diri untuk menjadi yang diinginkan dan diajarkan ... "MESKI TAK MAMPU COBALAH UNTUK SELALU MENGUSAHAKAN DIRIMU UNTUK MAMPU" cambuk terbesar yang melatarbelakangi aku hingga saat ini...
Tak heran disaat kesendirian air langit terjatuh saat terbayang akan perjuangannya yang bagiku itu tak mudah! karena telah diri ini rasakan... ditilik dari kelemahan yang tak sengaja tampak pun ia tetap mencoba menutupi didepan bidadari" syurganya. Sakit tak berupa sakit dan lemah pun bukan berarti tak bergerak sama sekali.. haru pilu menghampiri bagi anak manapun itu :(
Namun dengan keyakinan diri kan ku ukir sejarah" dan jejak baru yang kan kupersembahakan untuk Sosok AYAH dan IBU selagi diri mampu insyaallah kan terwujud , terimakasih akan segala nasehat dan contoh yang sungguh luar biasa. Aku bahagia mengenal kalian dan aku pun bahagia jika mampu membuat kalian bahagia nantinya. Aamiin ...
INSYAALLAH , Allah Maha Mengetahui dan berperan dalam segala hal. Seuntai doa selalu kuselipkan agar sakit menjauh dan derita berakhir pada titik bahagia (inaberusaha)
untuk cerita yang kurajut hingga sekarang ini sungguh aku pun tak tau titik penghujungnya, hanya mampu berjalan diatas kehendak-Nya dan berusaha bermanfaat dan memberikan kenangan indah nantinya untuk satu orang, dua orang, ataupun lebih SEMANGAT dan SENYUM kujalani hari ^^
beribu sayang pun selalu tercurah untuk kalian berdua "mapa" :)
~darigadiskecil bagi kalian dulu ^^
#ina~risnawatiputribaturajamuaraenim
*note: kisah berlanjut...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar