Aku hanya sendiri
Ditemani oleh gerimisnya hujan
Yang seakan mengerti gundahku
Aku menantinya
Menanti dia yang tak kunjung tiba
Kapan dia kan hadir?
Malam ini..
Masih seperti malam yang kemarin
Aku masih menanti
Menanti menanti dan menanti
Begitulah kujalani setiap malam
Hingga 30 purnama lamanya
Tanpa berita, tanpa suara
Kapan dia kan hadir?
Malam ini..
Akhirnya tumpahlah segala pedih
Terisaklah aku dengan sakitnya
Terteteslah segala air mata
Tapi mengapa?
Sekalipun air mataku kering…
Mengapa dia tak kunjung hadir?
Malam ini…
Mungkin kan jadi malam terakhir
Malam terakhir dalam sebuah penantian panjang
Dan kan kutinggalkan semua kenangan
Akan dirinya, akan ceritanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar