Assalamualaikum wr.wb
sedikit ingin berbagi cerita sembari menikmati ujian Nya disiang hari ini...
~Ketika Salman al-Farisi terbaring sakit, Rasulullah saw
datang menjenguk, Beliau menghibur Salman dengan mengatakan :
“ Sesungguhnya
ada tiga hal yang menjadi kepunyaanmu di dalam sakit. Engkau sedang mendapat
peringatan dari Allah SWT, doamu dikabulkan oleh Allah, dan penyakit yang
menimpamu akan menghapus dosa-dosamu. Semoga Dia menggembirakanmua dengan
kesehatan sampai ajalmu datang”.
Sabda Rasulullah saw tersebut memberitahukan kepada kita,
bahwa di dalam sakit ada berkah tersembunyi yang dapat kita peroleh. Sakit
mempunyai makna bagi orang yang merenungkannya, sebab di dalam sakitpun kita
memperoleh keberuntungan. Tidak ada orang sebetulnya yang mengharapkan sakit,
namun, ada saatnya kita harus mengalami sakit, tidak bisa tidak. Ketika kita
sakit, kita sebaiknya mengingat pesan Rasulullah saw kepada Salman tersebut.
Allah memberikan peringatan kepada orang yang sakit.
Ketika kita sehat, mungkin kita jarang menggunakan kesehatan kita untuk
mengingat-Nya. Waktu kita lebih banyak tersita untuk mengejaar ambisi duniawi
yang tak pernah terpuaskan, sehingga kita melupakan-Nya, sengaja atau tidak,
kita lalai untuk memanfaatkan Karunia-Nya untuk menuju kepada-Nya.
Rasulullah
pun telah memperingatkan kita tentang hal itu, “Ada dua anugerah yang
disia-siakan oleh manusia: kesehatan dan waktu luang,”(HR Bukhari).
Ketika sakit, kita dianjurkan untuk memperbanyak zikir
kepada-Nya. Kondisi sakit sebenarnya merupakan kasih saying Allah kepada
hamba-Nya, seandainya hamba itu mau memanfaatkannya untuk memperbanyak zikir dan
kepada hamba yang kemudian mau mengingat-Nya (dengan berzikir), Allah memberikan
kepadanya ampunan. Dalam bagian sabdanya itu, Rasulullah saw menyebutkan bahwa
sakit akan menghapuskan dosa-dosa kita, baik sakit yang ringan maupun sakit yang
berat yang menyerang tubuh kita hingga bertahun-tahun lamanya.
Oleh karena itu, kita jangan terlalu bergembira bila
kita selalu sehat dan jangan bersedih ketika sakit. Kita harus berhati-hati jika
sehat terus menerus. Bisa jadi kita selalu berbuat dosa dan tidak pernah
mendapat peringatan untuk berzikir. Dengan banyak dosa tentu saja doa kita
jarang dikabulkan oelh Allah, ketika sakit sebenarnya kita beruntung, kita dapat
memperbanyak zikir kepada Allah dan doa kita banyak dikabulkan oleh-Nya.
Kita harusnya lebih bersyukur dengan sehat dan sakit kita
terus-menerus mengingat-Nya di antara kedua waktu itu. Dengan kesehatan, kita
disenangkan dengan rezeki-Nya dan menggiatkan diri dengan rezeki itu untuk
memperoleh ridho-Nya. Ketika sakit, Allah meringankan dosa-dosa yang memberati
kita. Dia menyucikan kita dari kesalahan dan mengingatkan kita untuk bertobat
kepada-Nya, dan Ia menyadarkan kita
untuk memperbaiki kekhilafan yang telah kita lakukan, yaitu lalai untuk
bersyukur atas karunia-Nya yang telah kita nikmati.
Bagi orang-orang yang tetap keras kepala, tidak berzikir
kepada-Nya setelah mendapat peringatan, celaka dan sesatlah ia, seperti yang ku temukan dalam sebuah ayat : Maka,
kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membantu hatinya untuk mengingat
(berzikir kepada) Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata. (QS az-Zumar/39:2)
Dan semoga sakit ini menjadi sarana penggugur dosa..
wassalamualaikum wr.wb
~kamar_gadis||11:40
Tidak ada komentar:
Posting Komentar